Ternyata saya pernah menjadi zombie di dunia kerja.

Zombie seperti yang dimaksud Pandji Pragiwaksono di video ini:

Zombie yang bagaimana tuh?

Zombie yang setiap senin - jum'at bermuka pucat. Jum'at sore mulai cerah, sabtu - minggu cerah banget mukanya, lalu minggu sore mulai pucat.

Apa maksudnya?

Jadi, itu sekumpulan orang yang hanya 'hidup' di akhir pekan, karena di awal pekan harus menjalani pekerjaan yang ia tidak sukai.

Buset! Makjleb banget ini bahasannya Bang Pandji!

Kalo istilah saya, ada kalanya seseorang mengalami kejenuhan kerja karena tekanan tertentu. Entah itu karena beban kerja, bisa karena lingkungan kerja yang nggak mendukung, atau karena lagi ngalamin peristiwa yang bikin pusing di luar pekerjaan tapi ngefek ke seluruh aspek kehidupan orang itu.

Bisa disebut tidak profesional memang, tapi faktanya ada orang yang bertipe seperti itu. Nggak bisa dipungkiri. Kembali ke masing-masing orang bahwa daya tahan fisik dan pikiran satu orang dengan orang lain bisa berbeda-beda.

Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash

Saya akui ketika masa-masa kelam itu datang, dunia rasanya gelap. Saya sebut masa kelam karena saat itu memang pesimis banget di segala aspek kehidupan. Lemas malas setiap bangun tidur di hari kerja. Sedikit bahagia ketika bangun pagi di akhir pekan. Kenapa hanya sedikit bahagia? Karena waktu itu saya tahu bahwa akhir pekan super singkat, dan sebentar lagi akan masuk ke awal pekan lagi, dan itu menyebalkan buat saya. Serasa siksaan batin di 5 hari kerja.

Lama-kelamaan ketika dirasain, eh, jadi zombie seperti itu ternyata nggak enak! Banyak kesempatan baik saya lewatkan begitu saja, karena saya cenderung menutup diri.

Dari perasaan itulah, akhirnya saya mulai memaksa diri untuk keluar dari masa kelam itu.

Saya coba mengingat-ingat, apa saja hal yang saya lakukan selama masa kelam itu?

  • Saya menjauhi interaksi dengan orang-orang. Sekedar bertegur sapa saja saya takut. Berkesan aneh, tapi memang seperti itulah yang saya rasakan.
  • Susah banget tersenyum, kalo pun bisa, saya paksa banget. Orang lain bisa menilai itu senyuman alami atau terpaksa.
  • Ibadah hanya jadi rutinitas, tanpa merasakan kenikmatan bisa beribadah.
  • Selalu berpikir bahwa orang yang berkumpul lagi ngomongin saya secara negatif. Insecure maksimal!
  • Takut nanya ke orang, karena beranggapan jawaban orang yang saya tanya itu akan bernada mengejek saya.
  • Takut memutuskan sesuatu atau ngerjain sesuatu karena khawatir nanti hasilnya jelek. Sangat nggak pede untuk melakukan sesuatu.
  • Kehilangan minat untuk melakukan hobi. Berasa nggak punya hobi.
  • Sering mual kalo pagi hari, nggak doyan sarapan.

Photo by Alex Iby on Unsplash

Nggak mudah untuk menceritakan hal ini. Apalagi ke publik.

Tapi saya tetap bertekad untuk bercerita saat ini. Kenapa? Karena siapa tahu pengalaman saya bisa bermanfaat untuk orang-orang yang sedang menjalani masa kelam seperti zombie.

Bagaimana cara saya keluar dari zona zombie tersebut?

Disclaimer dulu, ya. Mungkin cara ini berhasil di saya, namun belum tentu berhasil di orang lain, tapi apa salahnya mencoba, kan? Namanya juga ikhtiar.

  1. Niatkan diri untuk keluar dari zona zombie. Paksain, pelan-pelan nggak papa. Yang penting niatan paling utama. Tanpa niat yang kuat, usaha berikutnya akan letoy. Bikin percakapan di dalam kepala semacam ini: "kamu betah seperti ini terus?". Kalo udah merasa nggak nyaman di zona itu, tentu alam bawah sadar akan merespon untuk berpindah zona yang lebih nyaman.
  2. Paksain untuk ketemu orang. Beraniin. Tahap pertama ketemu dulu, lalu sapa dia. Mulailah mengobrol. Mengalir aja, kayak ngobrol seperti biasa. Gunakan topik-topik sederhana di sekitar kita.
  3. Nikmati ibadah. Jika muslim, maka nikmati sholat yang kamu kerjakan. Ngaji Al-Qur'an kembali dikerjakan. Mulailah dari surat yang kamu sukai.
  4. Banyakin senyum. Tebarin ke semua penjuru. Begitu bangun tidur, tersenyumlah ke diri sendiri di depan kaca, bilang ke dirimu: "InSyaa Allah, saya bahagia!". 
  5. Lakukan hobimu yang pernah kamu lupakan. Misalnya kamu suka nulis, ya mulailah menulis lagi. Tulis apapun itu. Kalo demen dengerin musik, ya sudah dengerin musik yang jadi favoritmu. Kalo suka main musik, mulailah ambil alat musik yang kamu punya, mainkan!
  6. Syukuri hidupmu saat ini. Mungkin ada orang di luar sana yang menginginkan hidup seperti kamu. Kalo terus-terusan terkurung dalam zona kelam, bisa-bisa kamu akan melempem seumur hidupmu. Dengan menikmati hidupmu saat ini, kamu bisa melakukan banyak hal bermanfaat.

Buat kamu yang lagi tenggelam di masa kelam, silakan coba tips di atas dari pengalaman saya. Jika berhasil mengangkat diri kamu dari masa kelam, alhamdulillah, itu karunia Allah. Pengalaman saya menjadi wasilah (jalan) solusi keterpurukan.

Selamat berproses, kawan!

Wiradesa, 28 Desember 2021