Mengakui kesalahan diri sendiri bukan hal mudah. Orang cenderung menolak mengaku kalo dirinya salah, meskipun ada andil salah yang dilakukan dalam sebuah peristiwa. Hal tersebut wajar terjadi.

Thanks to Zdeněk Macháček @zmachacek

Justru kalo ada pencapaian tertentu, orang-orang malah balapan mengklaim bahwa itu adalah hasil kerja kerasnya. Tapi tidak dengan mengaku salah.

Contohnya ketika ada tragedi lalu lintas di jalanan. Misalnya ada motor A dari arah selatan mau menyeberang ke kanan masuk gang di sebelah timur, dan ada motor B dari arah utara menuju selatan. Keduanya ngebut dan tergesa-gesa.

Motor A melihat ada sedikit peluang untuk menyeberang, dan langsung ia lakukan. Tapi tiba-tiba ia kaget, baru sadar kalo di arah utara ada motor B yang udah sangat dekat. Lalu, terdengar suara rem berderit kencang dan BRAK! Keduanya bertrabrakan. Tumbanglah kedua pengemudi motor tersebut.

Beruntung kedua pengemudi hanya lecet ringan. Dengan dipencetnya rem sebelum tabrakan terjadi telah meminimalisir kerusakan yang timbul.

Pengemudi A dan B bangkit dibantu warga sekitar yang menyaksikan kejadian kecelakaan tersebut. Namun, baik si pengemudi A maupun B sama-sama bersikukuh bahwa dirinyalah yang benar. Keduanya terlibat adu mulut. Sama-sama minta ganti rugi atas kelecetan yang mereka alami.

Keriuhan itupun mereda ketika ada warga yang mulai bersuara tentang kronologi terjadinya kecelakaan. Pengemudi A memang sudah menyalakan lampu sein ke kanan yang menandakan bahwa ia mau menyeberang. Pengemudi B memang sudah berada di jalurnya menuju selatan. Tapi ternyata pengemudi A mendadak belok setelah menyalakan lampu sein, jadi ia tidak memberi jeda waktu yang tepat agar pengemudi lain bisa memposisikan diri karena akan ada pergerakan dari pengemudi A. Tapi ternyata pengemudi B yang dari arah utara sudah berkecepatan di atas 60 km/jam, memburu waktu ingin bergegas pulang.

Intinya, kedua pengendara motor tersebut punya andil kesalahan sehingga terjadi kecelakaan. Tapi keduanya menolak mengakui bahwa diri mereka memiliki unsur salah juga. Enggak sepenuhnya benar, juga enggak sepenuhnya salah.

Dari info yang saya dapat, pengakuan salah di diri sendiri dalam ilmu pengembangan diri itu penting. Karena setelah mengetahui dan mengakui kesalahan diri, maka mempermudah diri untuk keluar dari sebuah permasalahan. Seseorang cenderung lebih cepat move on dengan cara menerima diri sendiri terlebih dahulu.

Bagaimana cara mengakui kesalahan diri sendiri?

Kadang kita perlu belajar dengan meminta maaf atas kesalahan yang tidak kita lakukan. Minta maaf aja. Biasakan hal itu.

Berikutnya barulah kita mencari tahu bagian mana dari perilaku kita yang mungkin memiliki unsur salah. Manusia bukan malaikat yang selalu benar. Manusia juga tidak selalu salah seperti iblis yang menyalahi perintah Tuhan.

Tak perlu malu mengakui kesalahan. Dunia mungkin runtuh terasa runtuh saat mengakui kesalahan, karena itu berkaitan erat dengan ego diri. Kadang ada orang yang jaga image banget, meskipun ia punya salah tapi enggan mengakui. Dunia yang terasa runtuh tidak selamanya runtuh, tentu ada kalanya dunia kembali terasa cerah bahagia.

Wiradesa, 6 Januari 2022