Harus Terus Bergotong-royong!

Ketika scrolling timeline Instagram, tetiba muncul informasi yang deket banget sama kehidupan orang Indonesia.

Photo by Matt Hoffman on Unsplash

Akun Instagram BerbagiSemangat memposting sebuah video yang memperlihatkan sekumpulan warga yang bergotong-royong menambal jalan di desa mereka.

Lalu, saya melacak akun Tiktok @budiazhari99 sebagaimana disebutkan di postingan BerbagiSemangat sebagai sumber info yang beredar tersebut.

@budiazhari99 Anak2 muda menambal #jalanberlubang dan rawan mengakibatkan #kecelakaan | Ayoo.. perbaiki jalan di sekitar kita -- semampu kita. #Aceh ♬ original sound - Focus Music

"Kata orang tua-tua, tidak semuanya harus dikeluhkan pada pemerintah", begitu bunyi salah satu pesan di video Tiktok tersebut.

Jadi, warga di area tersebut khawatir jika jalanan yang berlubang bisa saja menimbulkan kecelakaan. Awalnya berlubang kecil, lama-kelamaan bisa menjadi besar. Maka sebagai tindakan preventif, mereka sepakat untuk menambal secara mandiri.

Saya cek ada video berikutnya di akun Tiktok @budiazhari99 yang memberikan penjelasan mengenai tindakan tambal jalan secara mandiri tersebut.

@budiazhari99

Maaf tdk bisa balas, satu persatu,.. Melalui komentar salah satu teman kita ini, saya balas komentar utk teman2 semua. Salam hormat 🙏

♬ Kal Ho Na Ho (Flute by Palak Jain) - Palak Jain the Golden Notes

Bapak Budi Azhari menjelaskan bahwa:

1. Memohon maaf tidak dapat membalas komentar secara satu-persatu

2. Kegiatan tersebut berasal dari inisiatif anak-anak muda. Mereka prihatin terhadap jalan antar kecamatan yang berlubang dan rawan kecelakaan. Seperti orang-orang tua katakan, "orang rentan terjatuh karena hal yang kecil, bukan karena hal yang besar..".

Orang jika melihat marabahaya yang berbentuk besar akan cenderung lebih waspada, namun jika marabahaya tersebut berbentuk hal kecil, maka orang cenderung menyepelekan. Orang terkadang malah terjatuh karena kerikil di dalam kehidupannya. Konsep seperti itu yang dikhawatirkan para pemuda yang dimaksud Pak Budi Azhari.

3. Tidak ada hubungannya dengan pemerintah. Mereka melaporkan bahwa ini ada jalan berlubang, mumpung masih kecil jadi mereka berinisiatif untuk menambal secara mandiri. Jika lubang sudah besar, mereka tidak mampu karena menghabiskan dana besar. Jadi mumpung masih kecil dan biayanya masih ringan; nggak sampai 1 juta rupiah, mereka memutuskan untuk menambal secara mandiri.

4. Ada harapan bahwa tindakan tersebut menjadi inspirasi bagi teman-teman di seluruh Indonesia.

"Kalo ada lubang kecil, kita tutup ajalah dengan mandiri...", begitu ucap Pak Budi.

Dilanjutkan oleh Pak Budi, bahwa jika tidak bisa melakukan tambal mandiri bareng-bareng, coba ajak 1 -2 orang teman, dengan dana yang tidak besar, mungkin bisa menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan tersebut ke beberapa tokoh masyarakat.

Supaya tidak mengganggu lalu lintas perjalanan, Pak Budi menyarankan agar kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari. Kalo nggak dapat ijin, maka kerjakanlah tengah malam.

* * *

Dari contoh aktifitas Pak Budi dan warga lain di video tersebut, maka terbukti jelas bahwa aktifitas Gotong-royong itu masih mengakar kuat di Indonesia.

Gotong-royong itu warisan leluhur yang nggak bisa dinilai harganya. Harus terus dilestarikan.

Gotong-royong salah satu kekuatan Bangsa Indonesia.

Jaman dulu leluhur kita melawan penjajah juga dengan bergotong-royong. Hingga kerja bakti pun juga dilakukan secara bergotong-royong.

Saya memahami jika aktifitas Pak Budi dan warga sekitar bukan untuk menyindir atau mempermalukan pemerintah, karena aktifitas tersebut berangkat dari pemikiran bahwa setiap warga punya tanggungjawab atas kondisi tempat tinggalnya.

Jika ada hal yang berindikasi membahayakan jiwa warga setempat, apakah salah jika warganya punya inisiatif untuk bersegera mewujudkan solusi terbaik versi mereka?

Semoga harapan Pak Budi Azhari tercapai. Inisiatif mencari solusi terus digalakkan. Gotong-royong menjadi bentuk nyatanya.

Terimakasih udah membaca cerita saya hari ini.

Alhamdulillah saya nemu tema menarik untuk saya sampaikan ke pembaca blog ini. Sekaligus tulisan ini sebagai bentuk bayar hutang posting saya di tanggal 22 Januari 2022 kemarin. Lunas sekarang!

Wiradesa, 24 Januari 2022


https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi20lfnow3QxP3Kc-J97UjazD-A6Rmlw2zsWiEtWELV9fxwTi5ziEoaqksJpcNF5osZygSDl-dUUkv0iYgkarvFHqdTTy7n_hFdYLSDtzyXe4H6hhHEoSVRXuF_e6h-o-P7yo8ZoF0KCSLPG0n2mEKgZWL_-weYvfWWDQnUgspQxLuSAuVUz72nZFidrg=s16000
https://shp.ee/bpf6c9h
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhD0Eq7xBQ7tIFbIK7Q_ECgIN6RtBZmrjR9YqggvtcsZ1CoHXwNN9jIsBMKBq03Zya3OntDoqh5E-nEGOnJX7nKl6fpqanGh9_DJV1IqQCUl3UkdtugmLBieSak_Pq-ahg6VdfxcaSCLmJJob8e2ndhYblPOVR0ejd3wIC-6qGxS2rorSdmueB1gpkRzA=s16000
https://shp.ee/m8bycch
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhMHrequR_uiFqHUSPt2thla2lqOVUNoui7mo8a0RoSEJ11oovhPG4cQSxMs2ltpJ5FZcuZg59zkwasw7EWVTL7xyNLsB3KjN5wztNTU4ETP_K9wI9FjqeMfZr4becfFFc7xKjiLuIA9IBihgRbo98bVwbu_T09Lh6OZbG0PSN2aLK2q5ZKwyqPoMJn0Q=s16000
https://shp.ee/6p8qtih
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgjJ6RZa4pWp-Tb7MaMnnsm-M7-RX3ho3v0o2WMDZMWHpsjY8p-KGJwUw8n4Ip2mVIpAsDT6kFhsMd433EisJCycOjTTt0i_AzcctOSV_i5gxi94W-MrUQgLmsdg9sw2rAOlSSWnayIXB63EwI4H1HdExTGwYmtm4H5RgUN5sj1tWniSQQ7Qu6CODx5uw=s16000
https://shp.ee/uap8v7h

Posting Komentar

0 Komentar