Merespon Request Harga Teman

Kamu yang punya usaha, pernah nawarin produk/jasamu ke teman dan diminta ngasih 'harga teman'?

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Setahu saya, 'harga teman' itu identik dengan menawar harga lebih murah dari harga normal atas produk/jasa yang dijual. 

Analisa saya, seorang teman merasa bahwa ia layak diberi harga beli yang lebih murah dibanding orang lain karena kenal dengan penjualnya. Sang teman mengutamakan privilege alias hak istimewanya sebagai teman penjual.

Saya mengerti situasinya. Di saat mau jualan biar dapet profit yang sepadan dengan perjuangan, kok ya ada teman yang menawar dengan sadis. Itu salah satu tantangan penjual.

Yang lebih mengerikan dari 'harga teman' adalah 'harga saudara'. Itu levelnya lebih tinggi dari sekedar hubungan pertemanan, kan?! Sebagai saudara, tentu merasa lebih layak mendapatkan harga lebih murah dari teman, kan?! Hahahaa...

Saya pernah mengalaminya.

Dulunya saya juga bingung gimana merespon permintaan semacam itu.

Memang bukan masalah dalam akad jual beli ada tawar-menawar, tapi nawarnya itu yang wajar, jangan sadis, gitu, lho...

Saya ingat pernah menyimak Bang Pandji Pragiwaksono membahas fenomena 'harga teman'.

Jauh waktu sebelum Bang Pandji berkecimpung di dunia stand up comedy, Bang Pandji merilis beberapa CD musik rap. Nah, ketika Bang Pandji menjual CD musik rapnya, ada temannya minta diberikan harga yang lebih murah dengan istilah 'harga teman', Pandji menjawab kurang lebih begini:

"Kalo elu beneran teman gue, tentunya elu tahu gimana perjuangan gue untuk membuat sebuah karya." 

Jawabannya dalem, yak?!

Di sisi lain, ketika Bang Pandji ingin memberi gratis CD musik rapnya ke seorang musisi ternama, ternyata ia menolak diberi secara gratis. Sang musisi ternama tersebut memilih untuk membayar atas karya musik rapnya Bang Pandji. Yes, itu sebagai bentuk dukungan sang musisi terhadap karya Bang Pandji. 

Karena kalo dipikir-pikir, seseorang yang menghargai sebuah pertemanan tentu nggak akan tega buat menawar produk/jasa yang sedang dijual temannya dengan sadis.

Kalo emang mendukung teman, mungkin akan mempertimbangkan untuk menawar lebih murah. Malahan akan membeli dengan harga lebih mahal, itu bentuk dukungan paling nyata agar sang teman terus eksis berkarya.

Dalam skala UMKM, Mas Jaya Setiabudi pernah mengatakan kalo membeli produk/jasa ke UMKM, bayarlah tanpa menawar lebih murah, jika ada kelebihan rezeki sebaiknya tawar lebih mahal dari harga normalnya. Buat apa? Buat menyokong perekonomian mereka lebih sejahtera.

Tentunya disesuaikan dengan budget yang kita miliki, ya. Idealnya nggak bikin dompet kita ngos-ngosan juga.

Jika ada kelebihan rezeki, ada baiknya disalurkan ke tujuan yang tepat, seperti contohnya membeli produk ke teman dengan membayar lebih mahal dari harga yang ditawarkan.

Bencana pandemi Corona berdampak nyata ke sektor ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Banyak pengusaha gulung tikar karena barang jualannya nggak kebeli.

Seingat saya, ketika di awal pandemi pernah ada kampanye untuk 'belanja di warung tetangga'.

Tujuannya sederhana, biar ekonomi warga sekitar bisa tetap berputar lancar. Sekaligus bisa membatasi interaksi karena terkait PPKM waktu itu.

Saya yakin, masyarakat Indonesia nggak akan pernah lupa dengan kebiasaan turun-menurun bernama Gotong-royong.

Jika bisa bahu-membahu memutarkan roda perekonomian lebih lancar lagi, meski di masa pandemi, InSyaa Allah lebih banyak keluarga yang terbantu.

Jangan sampai ada lagi berita orang meninggal kelaparan di tengah pandemi.

Jangan sampai ada berita orang mencuri karena nggak ada uang buat makan setelah kena PHK.

Begitu cerita saya hari ini.

Kalo di lain hari ada yang meminta 'harga teman', kamu udah ngerti perlu menjawab gimana, kan?

Terimakasih udah membaca cerita saya hari ini. 

Wiradesa, 31 Januari 2022 

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi20lfnow3QxP3Kc-J97UjazD-A6Rmlw2zsWiEtWELV9fxwTi5ziEoaqksJpcNF5osZygSDl-dUUkv0iYgkarvFHqdTTy7n_hFdYLSDtzyXe4H6hhHEoSVRXuF_e6h-o-P7yo8ZoF0KCSLPG0n2mEKgZWL_-weYvfWWDQnUgspQxLuSAuVUz72nZFidrg=s16000
https://shp.ee/bpf6c9h
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhD0Eq7xBQ7tIFbIK7Q_ECgIN6RtBZmrjR9YqggvtcsZ1CoHXwNN9jIsBMKBq03Zya3OntDoqh5E-nEGOnJX7nKl6fpqanGh9_DJV1IqQCUl3UkdtugmLBieSak_Pq-ahg6VdfxcaSCLmJJob8e2ndhYblPOVR0ejd3wIC-6qGxS2rorSdmueB1gpkRzA=s16000
https://shp.ee/m8bycch
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhMHrequR_uiFqHUSPt2thla2lqOVUNoui7mo8a0RoSEJ11oovhPG4cQSxMs2ltpJ5FZcuZg59zkwasw7EWVTL7xyNLsB3KjN5wztNTU4ETP_K9wI9FjqeMfZr4becfFFc7xKjiLuIA9IBihgRbo98bVwbu_T09Lh6OZbG0PSN2aLK2q5ZKwyqPoMJn0Q=s16000
https://shp.ee/6p8qtih
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgjJ6RZa4pWp-Tb7MaMnnsm-M7-RX3ho3v0o2WMDZMWHpsjY8p-KGJwUw8n4Ip2mVIpAsDT6kFhsMd433EisJCycOjTTt0i_AzcctOSV_i5gxi94W-MrUQgLmsdg9sw2rAOlSSWnayIXB63EwI4H1HdExTGwYmtm4H5RgUN5sj1tWniSQQ7Qu6CODx5uw=s16000
https://shp.ee/uap8v7h

Posting Komentar

0 Komentar