Perilaku yang Merepotkan

Pembahasan ini sebenarnya udah hampir basi. Tapi nggak papa, tetep saya bahas sedikit.

Photo by Hanson Lu on Unsplash
 

Jadi, belakangan beredar info kalo ada orang ternama sekeluarga berlibur ke luar negeri, pas pulang kampung ternyata dikabarkan membawa oleh-oleh bernama Omicron.

Nggak perlu nyebutin siapa orang yang dimaksud, khawatir malah jadi bahan ghibah. Tapi memang udah menjadi rahasia publik, kok..

Ada anggapan kalo orang yang duitnya nggak sebanyak orang tadi, idealnya harus merasa bersyukur, karena nggak akan bisa liburan ke luar negeri di tengah masa pandemi begini. Jadi nggak perlu khawatir merepotkan penduduk negara tempat ia tinggal.

Sebenarnya nggak ada salahnya menjadi orang kaya, nggak ada salahnya juga menjadi orang miskin.

Yang salah itu kalo seseorang nggak bisa mengendalikan hawa nafsunya.

Contoh nafsu itu ya nafsu makan.

Termasuk nafsu berlibur. Kalo punya uang plus keinginan berlibur yang menggelora, maka ada kecenderungan seseorang akan mewujudkan keinginannya.

Tapi kalo memperhatikan dari poin hawa nafsu, sebenarnya bisa saja orang yang nggak berduit akan berusaha mewujudkan liburan impiannya. Dengan cara menghalalkan segala cara. Makanya ada orang nekat melakukan pencurian dan semacamnya biar dapet duit. Orang-orang ini gelap mata, ditutupi nafsunya.

Di sisi lain, orang kaya pun kalo gelap mata juga bisa menghalalkan segala cara untuk menambah pundi-pundi rupiahnya. Makanya ada orang kaya yang melakukan aktifitas yang dibenci orang satu negara yaitu: korupsi.

Pelaku korupsi khawatir uangnya habis, berkorupsi jadi jalan ninjanya. Sejauh pengamatan saya, pelaku korupsi yang diabadikan di layar kaca itu berpendidikan formal tinggi. Kemungkinan besar koruptor tahu kalo aktifitasnya itu salah, tapi ya tetep dilakukan. Berita tentang korupsi selalu masif.

Jadi kembali bahas kejadian yang saya tulis di awal postingan ini, kalo mau mensyukuri, ya bersyukur saja kalo kita dihindarkan Allah dari perilaku yang merugikan orang lain. Titik. Bukan karena kita nggak punya duit, bukan karena kita berada di tempat nun jauh dari bandara. Khawatir kalo kayak gitu, malah jadi takabur. Mending berpikir bahwa Allah yang menjaga kita dari perilaku buruk kita sendiri.

Mintalah perlindungan hanya kepada Allah. Termasuk meminta agar kita dituntun untuk berada di jalan kebaikan, bukan keburukan.

Semoga orang-orang yang terkena Omicron dan varian Covid lainnya, segera diberi kesembuhan oleh Allah, dan bisa beraktifitas seperti sedia kala.

Jika pengen tahu perihal doa dan aktifitas berdoa, kamu bisa mengunjungi situs Doaterbaik.com. Semoga kebaikan selalu dilimpahkan Allah kepadamu, Sob!

Terimakasih telah membaca cerita saya hari ini. 

Wiradesa, 20 Januari 2022

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi20lfnow3QxP3Kc-J97UjazD-A6Rmlw2zsWiEtWELV9fxwTi5ziEoaqksJpcNF5osZygSDl-dUUkv0iYgkarvFHqdTTy7n_hFdYLSDtzyXe4H6hhHEoSVRXuF_e6h-o-P7yo8ZoF0KCSLPG0n2mEKgZWL_-weYvfWWDQnUgspQxLuSAuVUz72nZFidrg=s16000
https://shp.ee/bpf6c9h
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhD0Eq7xBQ7tIFbIK7Q_ECgIN6RtBZmrjR9YqggvtcsZ1CoHXwNN9jIsBMKBq03Zya3OntDoqh5E-nEGOnJX7nKl6fpqanGh9_DJV1IqQCUl3UkdtugmLBieSak_Pq-ahg6VdfxcaSCLmJJob8e2ndhYblPOVR0ejd3wIC-6qGxS2rorSdmueB1gpkRzA=s16000
https://shp.ee/m8bycch
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhMHrequR_uiFqHUSPt2thla2lqOVUNoui7mo8a0RoSEJ11oovhPG4cQSxMs2ltpJ5FZcuZg59zkwasw7EWVTL7xyNLsB3KjN5wztNTU4ETP_K9wI9FjqeMfZr4becfFFc7xKjiLuIA9IBihgRbo98bVwbu_T09Lh6OZbG0PSN2aLK2q5ZKwyqPoMJn0Q=s16000
https://shp.ee/6p8qtih
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgjJ6RZa4pWp-Tb7MaMnnsm-M7-RX3ho3v0o2WMDZMWHpsjY8p-KGJwUw8n4Ip2mVIpAsDT6kFhsMd433EisJCycOjTTt0i_AzcctOSV_i5gxi94W-MrUQgLmsdg9sw2rAOlSSWnayIXB63EwI4H1HdExTGwYmtm4H5RgUN5sj1tWniSQQ7Qu6CODx5uw=s16000
https://shp.ee/uap8v7h

Posting Komentar

0 Komentar