Saya menulis banyak hal tentang diri saya di blog ini bukan untuk pamer ke orang-orang. Justru saya melakukannya untuk diri saya sendiri. Ketika saya di hari besok membaca tulisan kemarin ini, biar saya ingat, kalo kemarin saya pernah begini-begitu.

Photo by Dmitry Ratushny on Unsplash

Saya menggunakan blog pribadi ini sebagai semacam buku diary. Yang secara fisik udah super jarang dipake orang. Karena peran buku diary sudah digantikan oleh teknologi. Kasihan dia.

Buku Diary yang dulu menjadi wadah pertama Raditya Dika menuliskan pengalaman masa kecilnya, yang kemudian ia ubah menjadi buku-buku larisnya di kemudian hari.

Karya tulisan Raditya Dika yang menginspirasi saya untuk bikin tulisan di jaman masih Friendster-an. Hingga blog muhnurulhakim.com ini eksis. Awal mulanya dari sana.

Jika kelak saya udah meninggal, saya berharap anak-anak saya bisa membaca tulisan-tulisan bapaknya ini. Bisa melacak apa saja yang udah bapak mereka tulis di internet. Semoga bisa mengobati kerinduan mereka kepada bapaknya ini.

Jadi, blog pribadi ini tentang egoisme saya. Bukan ajang pamer pokoknya. Semoga orang nggak mengartikan hal itu.

Saya pengen mudah mengingat-ingat apa yang dari tahun ke tahun saya lakukan. Saya mendokumentasikannya di sini.

Tadinya saya mau membranding blog ini menjadi blog marketing, blog bisnis maupun yang semacam itu. Tapi kok rasanya berat banget untuk memulainya. Saya punya beban moral besar untuk melakukannya. Wong saya bukan siapa-siapa kok beraninya menulis tentang bisnis. Sok-sokan ngasih tahu orang tentang bisnis begini-begitu.

Daripada saya berlarut dengan ketakutan itu semua, mending saya menjadi diri saya sendiri saja. Simpel. Saya yang punya kelebihan dan kekurangan. Seperti manusia pada umumnya.

Saya pun manusia seperti kamu.

Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya. InSyaa Allah.

Wiradesa, 4 Januari 2022