Tantangan dari Sebuah Proses

Teruntuk siapapun yang punya cita-cita, maka berusahalah sekuat tenaga untuk menggapainya.

Thanks to Suzanne D. Williams (unsplash.com)

Jangan jadi pribadi yang mudah menyerah, apalagi menyerah karena alasan faktor eksternal.

Faktor eksternal itu seperti komentar orang lain atas apa yang sedang kamu lakukan.

"Ngapain kamu olahraga keras-keras? Emang bisa kurus?", itu salah satu contoh komentar orang atas usaha seseorang yang pengen berbadan kurus. Biasanya dibalut dengan gaya becanda.

Jika misal seorang pejuang kurus itu adalah kamu, kalo kamu merespon dengan amarah, terus kamu dianggep 'gitu aja baper'. Kalo kamu nanggepin dengan gaya becanda, komentar serupa kemungkinan akan muncul lagi di kemudian hari dengan gaya yang serupa juga.

Padahal niat kamu becanda itu biar cair aja suasananya, dan di dalam hatimu ya panas luar biasa. Kalo dipendam begitu, lama-lama kamu yang rapuh dari dalam. Serba salah, kan...

Faktor eksternal itu memang menyebalkan. Nggak bisa kita kendalikan. Mulut siapapun bisa mengeluarkan kalimat 'ajaib' apapun. Kita yang mendengar, kalo nggak pas di telinga hingga perasaan kita, ya bisa uring-urungan sendiri berhari-hari. Bikin kita nggak produktif. Mau kerja kepikiran, mau makan kepikiran, mau tidur juga masih kepikiran komentar itu.

Coba pahami sejenak. Faktor eksternal itu bersifat liar, kan? Nggak bisa kita kendalikan, kan? Jadi ya ngapain kita pedulikan? Ya udah cuekin saja.

Ibarat pepatah: "biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu".

Gampang teorinya, tapi prakteknya tentu butuh latihan. "Yang penting itu mulai, bukan selesai", begitu nasehat seorang sahabat, Fahmy Arafat Daulay. Menurutnya, kalo bicara sebuah proses, maka yang penting adalah fokus ke fase memulai, bukan fokus ke hasil akhir, karena kenikmatannya ada pada proses yang kita jalani.

Maka kalo ditarik ke pembahasan tentang tantangan dari sebuah proses, maka salah satunya berasal dari faktor eksternal bernama komentar orang lain.

Biarin aja orang lain mau ngomong apa atas diri kamu, yang penting kamu berfokus ke cita-cita kamu aja. Titik.

Kamu hanya perlu mengendalikan hal-hal yang berasal dari faktor internal. Yang artinya bisa kamu kendalikan secara sendiri, kan...

Sedangkan faktor eksternal, ya sudahlah, biarin aja, bukan ranah kamu untuk mengurusinya. Biarin orang lain mengurus mulut mereka sendiri.

Jika kamu lagi berusaha menguruskan badan dengan berolahraga, ya sudah lanjutkan. Cuekin komentar negatif orang lain.

Yang penting apa?

Yang penting mulai aja dulu...

Mulai menikmati proses menuju badan kurus lewat olahraga. Mulai menikmati proses mengabaikan faktor eksternal bernama komentar negatif.

Terimakasih udah membaca cerita saya hari ini.

Wiradesa, 28 Januari 2022

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi20lfnow3QxP3Kc-J97UjazD-A6Rmlw2zsWiEtWELV9fxwTi5ziEoaqksJpcNF5osZygSDl-dUUkv0iYgkarvFHqdTTy7n_hFdYLSDtzyXe4H6hhHEoSVRXuF_e6h-o-P7yo8ZoF0KCSLPG0n2mEKgZWL_-weYvfWWDQnUgspQxLuSAuVUz72nZFidrg=s16000
https://shp.ee/bpf6c9h
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhD0Eq7xBQ7tIFbIK7Q_ECgIN6RtBZmrjR9YqggvtcsZ1CoHXwNN9jIsBMKBq03Zya3OntDoqh5E-nEGOnJX7nKl6fpqanGh9_DJV1IqQCUl3UkdtugmLBieSak_Pq-ahg6VdfxcaSCLmJJob8e2ndhYblPOVR0ejd3wIC-6qGxS2rorSdmueB1gpkRzA=s16000
https://shp.ee/m8bycch
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhMHrequR_uiFqHUSPt2thla2lqOVUNoui7mo8a0RoSEJ11oovhPG4cQSxMs2ltpJ5FZcuZg59zkwasw7EWVTL7xyNLsB3KjN5wztNTU4ETP_K9wI9FjqeMfZr4becfFFc7xKjiLuIA9IBihgRbo98bVwbu_T09Lh6OZbG0PSN2aLK2q5ZKwyqPoMJn0Q=s16000
https://shp.ee/6p8qtih
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgjJ6RZa4pWp-Tb7MaMnnsm-M7-RX3ho3v0o2WMDZMWHpsjY8p-KGJwUw8n4Ip2mVIpAsDT6kFhsMd433EisJCycOjTTt0i_AzcctOSV_i5gxi94W-MrUQgLmsdg9sw2rAOlSSWnayIXB63EwI4H1HdExTGwYmtm4H5RgUN5sj1tWniSQQ7Qu6CODx5uw=s16000
https://shp.ee/uap8v7h

Posting Komentar

0 Komentar