Bangga Mempertontonkan

Ini kisah nyata. Saya kaget bukan kepalang saat menonton sebuah video Tiktok.

Seorang pemuda merekam proses bagaimana ia dan beberapa temannya menyusup datang ke sebuah resepsi pernikahan. Berakting seakan bagian dari tamu undangan.

Ia ceritakan betapa gemetarnya ia dan teman-temannya saat masuk membersamai tamu undangan. Hingga saat makan pun, tangan temannya gemetaran di video tersebut.

Pemuda itu mengaku baru pertama kali bikin konten kayak gitu, dan kalo yang nonton di atas 1 juta, maka ia bakal mendatangi resepsi pernikahan orang asing lagi.

Siang tadi saya cek di akun Tiktoknya, video tersebut ia sematkan di barisan teratas feed akun tiktoknya. Jadi, kalo mengunjungi profil tiktoknya, bakal langsung keliatan video itu. Sayangnya, barusan saya cek ulang, videonya udah nggak disematkan lagi. Kudu nyari bentar ke bawah feed Tiktoknya.

Saya enggan mencantumkan nama akun Tiktoknya. Kalo penasaran, silakan cari di Tiktok atau Instagram. Saya duluan tahu dari pemberitaan di Instagram, barulah saya buru ke sumber utamanya di Tiktok.

Saya heran. Entah apa sebabnya yang bikin mereka bangga mempertontonkan hal tersebut?

Faktanya mereka bukan tamu yang diundang, tapi mereka makan di lokasi acara resepsi.

Meskipun mereka menyerahkan amplop ke pihak tuan rumah, tapi bukankah mereka tetap saja bukan tamu undangan?

Resepsi pernikahan bukanlah transaksi jual-beli amplop dengan makanan. Resepsi pernikahan kan urusan tuan rumah yang mengundang, dan tamu undangan.

Bukankah pemuda-pemuda itu melakukan perilaku yang bukan haknya? Bahkan merugikan pihak yang punya hajat, kan?

Sebagai empunya hajat tentu udah menghitung berapa kira-kira porsi kebutuhan konsumsi tamu. Kalo kehabisan, pihak yang punya hajatan tentu malu sama tamu.

"Kan itu cuma beberapa orang doang? Nggak bakal kehabisanlah...", bisa saja ada yang berpikiran begitu.

Persoalannya bukan 'cuma sedikit' tamu tak diundang, tapi perilakunya itu lho, nggak beretika. Bukan perilaku yang layak ditiru.

Jangan lupa kalo ini era social media, anak-anak muda begitu mudah terpengaruh konten apapun. Biar keliatan keren, hebat dan semacamnya, lalu anak-anak muda itu tertantang buat bikin konten serupa.

Di konten setelahnya, sang kreator Tiktok tersebut mengunggah screenshot WhatsApp yang berisi foto pengantin.

Sang Konten Kreator menyatakan kalo ia mengucapkan selamat dan doa kepada kedua mempelai pengantin. Bahkan ia menambahkan bahwa grup keluarga pengantin pun jadi rame banget karena video dateng ke nikahan orang nggak dikenal yang ia unggah.

Sang Konten Kreator mengklaim bahwa video itu dibuat untuk tujuan seru-seruan. Ia berpesan agar netizen jangan baper.

Saya nemu komen-komen yang menganggap perilaku mereka meresahkan.



Saya lagi-lagi heran. Kerabat bukan, teman bukan, relasi kerja juga bukan, dan tentunya bukan tamu yang diundang, tapi bangga memperlihatkan adegan demi adegan tersebut.

Apakah merugikan orang itu budaya kita?

Saya nggak habis pikir, kok ada yang berani melakukan tindakan nggak terpuji begitu?

Atas dasar seru-seruan, biar viral lalu dapet follower banyak, gitu?

Entah kenapa, masih aja ada orang yang memilih jalur sensasi daripada prestasi.

Semoga hal seperti itu nggak terulang lagi. Banyak mudharatnya daripada kebermanfaatannya. Buat pembelajaran bersama.

Maka jadi hal yang sangat penting bagi kita untuk terus berdoa kepada Allah. Meminta terus kepada Allah agar dilindungi dari perilaku buruk dan dimampukan Allah untuk mendidik anak-cucu kita dengan nilai-nilai yang baik.

Terimakasih udah membaca cerita saya hari ini.

Wiradesa, 21 Februari 2022

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi20lfnow3QxP3Kc-J97UjazD-A6Rmlw2zsWiEtWELV9fxwTi5ziEoaqksJpcNF5osZygSDl-dUUkv0iYgkarvFHqdTTy7n_hFdYLSDtzyXe4H6hhHEoSVRXuF_e6h-o-P7yo8ZoF0KCSLPG0n2mEKgZWL_-weYvfWWDQnUgspQxLuSAuVUz72nZFidrg=s16000
https://shp.ee/bpf6c9h
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhD0Eq7xBQ7tIFbIK7Q_ECgIN6RtBZmrjR9YqggvtcsZ1CoHXwNN9jIsBMKBq03Zya3OntDoqh5E-nEGOnJX7nKl6fpqanGh9_DJV1IqQCUl3UkdtugmLBieSak_Pq-ahg6VdfxcaSCLmJJob8e2ndhYblPOVR0ejd3wIC-6qGxS2rorSdmueB1gpkRzA=s16000
https://shp.ee/m8bycch
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhMHrequR_uiFqHUSPt2thla2lqOVUNoui7mo8a0RoSEJ11oovhPG4cQSxMs2ltpJ5FZcuZg59zkwasw7EWVTL7xyNLsB3KjN5wztNTU4ETP_K9wI9FjqeMfZr4becfFFc7xKjiLuIA9IBihgRbo98bVwbu_T09Lh6OZbG0PSN2aLK2q5ZKwyqPoMJn0Q=s16000
https://shp.ee/6p8qtih
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgjJ6RZa4pWp-Tb7MaMnnsm-M7-RX3ho3v0o2WMDZMWHpsjY8p-KGJwUw8n4Ip2mVIpAsDT6kFhsMd433EisJCycOjTTt0i_AzcctOSV_i5gxi94W-MrUQgLmsdg9sw2rAOlSSWnayIXB63EwI4H1HdExTGwYmtm4H5RgUN5sj1tWniSQQ7Qu6CODx5uw=s16000
https://shp.ee/uap8v7h

Posting Komentar

0 Komentar