CERPEN: Dibantu

"Yes! Kerjaan selesai! Aku bisa pulang malam ini. Bu Juni yang barusan ku antar, jadi penumpang terakhir hari ini. Yang penting udah tutup poin. Bonus masuk. Seneng pokoknya!", gumamku dalam hati.

Photo by Art Markiv on Unsplash
 

"Tapi... Bener lewat sini nggak, ya... Kok aku lupa jalannya. Tadi perasaan nggak lewat jalan ini, deh...", kepalaku celingukan. Pandangan mata ku lempar kemana-mana. Mencoba mencari jalan pulang.

Lampu depan rumah di sisi kanan dan kiri mobilku menyala remang-remang. Tadi pas masuk perumahan ini, rumahnya besar-besar, berderet rapi, lampunya terang semua kayak lampu mall. Tapi pas aku mau pulang, kok lewatnya rumah yang begini. Mana suasananya sepi banget.

Udah 10 menit, tapi kok belum ketemu pintu gerbangnya, ya. Segede apa sih perumahan ini. Aku bingung.

Beberapa meter di depan mobilku, ku lihat ada satpam lagi jalan. "Ku tanyain, deh...", pikirku.

Kaca jendela ku turunkan. Kepalaku melongok hampir keluar jendela kanan mobilku. "Malem, Pak Udin... Mau tanya...", tanyaku to the point sembari membaca name-tag di dada Pak Satpam. Ogah berbasa-basi. Kelamaan.

"Iya, Pak... Ada apa, ya?", Pak Satpam agak membungkukkan badan menanggapiku sambil melempar senyum. Beliau ramah.

"Saya tadi habis nganter Ibu Juni yang tinggal di blok H Nomor 57. Tapi saya kesulitan nemu pintu gerbang perumahan, Pak. Kayaknya saya tersesat. Bapak bisa bantu saya?" 

"Ooo gitu... Boleh, Pak. Jalannya gampang, kok. Bapak tinggal jalan aja lurus, mentok, terus belok kanan. Nah, deket situ keliatan pintu gerbangnya...", jelas Pak Satpam sambil menunjuk sesuai arah yang ia maksud.

"Siap! Makasih banyak ya, Pak...".

Saya bersyukur banget ketemu Pak Udin. Jadi penyelamatku malam ini.

"Sama-sama, Pak... Silakan...", Pak Udin menutup percakapan. Mempersilakanku melanjutkan perjalanan.

Segeralah ku tancap gas. Tapi tetap berjalan pelan agar kondisi perumahan tetap kondusif. Khawatir mengganggu istirahat warga perumahan.

Ku ikuti saran Pak Udin. Wah... Bener aja. Beres mentok terus belok kanan, pintu gerbang perumahan udah keliatan. Alhamdulillah, akhirnya bisa pulang.

Sejenak ku lihat jam tangan. Memastikan waktu saat saya keluar perumahan. Agak remang-remang cahayanya, tapi ku lihat udah jam 11. Suasananya tenang banget. Menurutku, perumahan begini cocok buat menghabiskan waktu di hari tua atau buat melepaskan diri dari sibuknya kerjaan harian.

Nah... Pas hampir deket pintu gerbang, aku melihat ada orang yang berdiri di pos satpam. Melambaikan tangan ke arahku. Di sela-sela cahaya lampu pos satpam, ku pastikan, itu Pak Satpam. Mobil agak ku pelankan. Jendela mobil masih di posisi terbuka.

"Lho?! Pak Udin?!", kaget aku melihat siapa yang berdiri di sana.

"Iya, Pak? Ada apa ya, Pak?", Pak Udin keliatan bingung. Aku juga bingung.

"Kok bapak udah di sini? Bapak kan jalan kaki..." 

Pak Udin mengernyitkan dahi. "Maksudnya gimana, Pak?"

"Tadi kan kita ketemu, Pak... Saya nanya jalan keluar ke Pak Udin..."

Wajah Pak Udin masih menyiratkan kebingungan, "Dari tadi saya di sini, Pak..." 

Saya diam. Pak Udin diam.

"Dari tadi saya di pos satpam ini, Pak... Nggak mungkinlah Bapak ketemu saya. Ini saya baru pertama lihat Bapak..." 

"Baru pertama lihat saya? Lah, tadi saya masuk ke sini bareng Bu Juni, emang Pak Udin nggak lihat saya?"

"Nggak lihat, Pak. Ini saya baru masuk, Gantian shift jaga sama Pak Jamal..." 

Bingung aku. Tapi biarin deh, yang penting udah ketemu pintu gerbangnya. Cabut pulang aja. Begitu pikirku.

"Ya udah, Pak Udin. Saya buru-buru pulang. Makasih, ya..." , aku pamit ke Pak Udin tanpa melihat reaksinya seperti apa. Isi pikiranku udah nggak karuan. Jendela pintu segera ku naikkan.

Satu hal yang terpikir hanya cepetan pulang. Gas mobil ku tancap sekenceng mungkin. Mencoba nggak peduli sama yang barusan terjadi. Begitu agak menjauh dari perumahan, dasarnya aku yang masih penasaran, ku lihat kaca spion kanan mobil.

Kelihatan jelas pos satpam yang tadi ku lewati begitu gelap. Sepi. Nggak ada satupun orang berdiri di sana.

_____________________________

Wiradesa, 25 September 2019

22:40 WIB

(Ini adalah tulisan hari ke-1 Muhammad Nurul Hakim, untuk memenuhi Tantangan Menulis 7 Hari)

* * *

Tulisan kali ini saya ambilkan dari koleksi offline saya.

Saya sedang mempertimbangkan apakah ke-7 tulisan saya waktu itu akan saya terbitkan semua di blog ini, atau tidak.

Jadi ceritanya, waktu itu saya sedang menantang diri saya untuk membuat tulisan apapun selama 7 hari. Latihan super singkat. Biar nggak berat.

Saya ajak teman saya, Hilal, untuk memenuhi tantangan menulis itu barengan. Teknisnya, setiap hari kami akan saling membagikan hasil tulisan yang kami simpan di akun Google Drive masing-masing.

Tantangan itu memang harus ada batas waktu kapan berakhirnya. Kalo sehari bolong menulis, maka jadikan utang untuk segera dilunasi di hari berikutnya. Biar greget. Nggak loyo menyepelekan tantangan yang dibuat sendiri.

Tapi pada akhirnya, tantangan menulis itu pun berakhir di hari ketujuh, dan belum dijalankan lagi hingga sekarang.

Saya pikir sayang banget kalo tulisan saya di tantangan tersebut nggak saya terbitkan di sini. Makanya tulisan di hari pertama saya publish di sini.

Setelah saya baca ulang tulisan saya tersebut, saya merasa perlu untuk menyunting di beberapa tempat. Alhasil, yang kamu baca adalah hasil suntingan, bukan versi pertama banget.

Jadi, terimakasih udah membaca cerita saya hari ini.

Wiradesa, 12 Februari 2022 

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi20lfnow3QxP3Kc-J97UjazD-A6Rmlw2zsWiEtWELV9fxwTi5ziEoaqksJpcNF5osZygSDl-dUUkv0iYgkarvFHqdTTy7n_hFdYLSDtzyXe4H6hhHEoSVRXuF_e6h-o-P7yo8ZoF0KCSLPG0n2mEKgZWL_-weYvfWWDQnUgspQxLuSAuVUz72nZFidrg=s16000
https://shp.ee/bpf6c9h
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhD0Eq7xBQ7tIFbIK7Q_ECgIN6RtBZmrjR9YqggvtcsZ1CoHXwNN9jIsBMKBq03Zya3OntDoqh5E-nEGOnJX7nKl6fpqanGh9_DJV1IqQCUl3UkdtugmLBieSak_Pq-ahg6VdfxcaSCLmJJob8e2ndhYblPOVR0ejd3wIC-6qGxS2rorSdmueB1gpkRzA=s16000
https://shp.ee/m8bycch
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhMHrequR_uiFqHUSPt2thla2lqOVUNoui7mo8a0RoSEJ11oovhPG4cQSxMs2ltpJ5FZcuZg59zkwasw7EWVTL7xyNLsB3KjN5wztNTU4ETP_K9wI9FjqeMfZr4becfFFc7xKjiLuIA9IBihgRbo98bVwbu_T09Lh6OZbG0PSN2aLK2q5ZKwyqPoMJn0Q=s16000
https://shp.ee/6p8qtih
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgjJ6RZa4pWp-Tb7MaMnnsm-M7-RX3ho3v0o2WMDZMWHpsjY8p-KGJwUw8n4Ip2mVIpAsDT6kFhsMd433EisJCycOjTTt0i_AzcctOSV_i5gxi94W-MrUQgLmsdg9sw2rAOlSSWnayIXB63EwI4H1HdExTGwYmtm4H5RgUN5sj1tWniSQQ7Qu6CODx5uw=s16000
https://shp.ee/uap8v7h

Posting Komentar

0 Komentar