Era Socmed, Rebutan Perhatian Calon Pembeli

Berapa banyak aplikasi di hape kamu, Sob?

Berapa banyak notifikasi yang bermunculan dari sekian aplikasi tersebut di hape kamu?

Apakah semua notifikasi kamu buka dan baca?

Ataukah kamu memprioritaskan yang mana duluan yang kamu buka dan kamu abaikan notifikasi lainnya?

Mungkin kita persempit pembahasannya.

Sebutlah aplikasi chatting WhatsApp. Berapa banyak notifikasi yang muncul dari WhatsApp di hape kamu?

Apakah semua notifikasi kamu buka dan baca? Atau kamu prioritaskan pesan kiriman dari orang tertentu, dari grup tertentu yang kamu buka dan baca duluan?

Era saat ini adalah eranya setiap orang memiliki senjata bernama smartphone dan internet. Senjata untuk mengutarakan pendapat ke seseorang atau banyak orang dalam waktu sekejap.

Seseorang saat ini mudah banget menyampaikan info dengan mengirim pesan. Baik itu pesan ke satu orang atau langsung kirim di grup WhatsApp yang berarti akan dibaca oleh banyak orang.

Namun, perhatian tetap menjadi prioritas kamu, kan? Kecil kemungkinan kamu akan membuka semua pesan dan membacanya, kecuali kamu pengangguran.

Orang yang punya kerjaan tentu terbiasa dengan prioritas perhatian. Orang yang hidup tertata nggak mudah terpecah perhatiannya. 

Itulah hal yang harus diperhatikan oleh seorang penjual. Poinnya adalah bagaimana menggaet perhatian calon pembeli melalui promosi yang dilakukan.

Ketika promosinya biasa aja, ada kemungkinan calon pembeli mudah skip penawaran jualan kamu.

Tapi kalo cara promosi kamu berbeda dari kebanyakan penjual, maka kemungkinan besar akan menarik perhatian calon konsumen kamu.

Urusan obrolan di WhatsApp saja bisa bikin seseorang memilah-milih yang mana mau dibales duluan, apalagi soal promosi jualan.

Misal berpromosi melalui Story WhatsApp, bikinlah konten promo yang unik. Yang penting menarik perhatian dulu. Pastikan isi promonya juga menguntungkan calon pembeli, agar perhatian yang sudah kamu dapatkan bisa terus bergulir ke arah transaksi pembelian.

Konten yang menarik perhatian calon pembeli bisa dimulai dari konten tanya-jawab, konten kuis/teka-teki, konten becandaan, dan konten semacamnya.

Setelah perhatian seseorang tertangkap oleh konten kamu, maka ada kemungkinan terjadi interaksi.

Interaksi yang intens akan menimbulkan kepercayaan dan kenyamanan terhadap kamu.

Kalo udah nyaman dan percaya, lambat laun bisa terjadi transaksi jual-beli.

Coba bandingkan keempat konten berikut:

(1)

(2)

(3)

(4)

Kamu cenderung suka yang mana?

Kenapa?

Tuliskan di kolom komentar, ya...

Terimakasih udah membaca cerita saya hari ini.

Wiradesa, 10 Februari 2022

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi20lfnow3QxP3Kc-J97UjazD-A6Rmlw2zsWiEtWELV9fxwTi5ziEoaqksJpcNF5osZygSDl-dUUkv0iYgkarvFHqdTTy7n_hFdYLSDtzyXe4H6hhHEoSVRXuF_e6h-o-P7yo8ZoF0KCSLPG0n2mEKgZWL_-weYvfWWDQnUgspQxLuSAuVUz72nZFidrg=s16000
https://shp.ee/bpf6c9h
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhD0Eq7xBQ7tIFbIK7Q_ECgIN6RtBZmrjR9YqggvtcsZ1CoHXwNN9jIsBMKBq03Zya3OntDoqh5E-nEGOnJX7nKl6fpqanGh9_DJV1IqQCUl3UkdtugmLBieSak_Pq-ahg6VdfxcaSCLmJJob8e2ndhYblPOVR0ejd3wIC-6qGxS2rorSdmueB1gpkRzA=s16000
https://shp.ee/m8bycch
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhMHrequR_uiFqHUSPt2thla2lqOVUNoui7mo8a0RoSEJ11oovhPG4cQSxMs2ltpJ5FZcuZg59zkwasw7EWVTL7xyNLsB3KjN5wztNTU4ETP_K9wI9FjqeMfZr4becfFFc7xKjiLuIA9IBihgRbo98bVwbu_T09Lh6OZbG0PSN2aLK2q5ZKwyqPoMJn0Q=s16000
https://shp.ee/6p8qtih
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgjJ6RZa4pWp-Tb7MaMnnsm-M7-RX3ho3v0o2WMDZMWHpsjY8p-KGJwUw8n4Ip2mVIpAsDT6kFhsMd433EisJCycOjTTt0i_AzcctOSV_i5gxi94W-MrUQgLmsdg9sw2rAOlSSWnayIXB63EwI4H1HdExTGwYmtm4H5RgUN5sj1tWniSQQ7Qu6CODx5uw=s16000
https://shp.ee/uap8v7h

Posting Komentar

0 Komentar