Mengapa Orang Bahagia?

Kalo ketemu orang, lalu bertegur sapa, biasanya menanyakan kabar terkini. Lalu dapet jawaban berupa ungkapan sehat dan perasaan bahagia.

Di masa-masa sekarang, kadang orang jadi pesimis atas perasaan mereka. Karena nggak bisa dipungkiri situasinya memang sedang semacam terjun bebas. Yang tadinya berkecukupan, boleh jadi saat ini lagi berusaha bangkitin ekonomi keluarga usai 2 tahunan lebih digempur tragedi internasional.

Optimisme harus terus kita bangun dari dalam diri. Itu yang saya tahu, yakini dan usahakan.

Photo by MI PHAM on Unsplash
 

Setidaknya meskipun suasana hati sedang gundah gulana, kata seorang bijak itu ada baiknya mengatakan kalo kita sehat dan berbahagia, artinya berpikir positif bahwa kita sedang dalam kondisi sehat dan berbahagia, dan itu akan menstimulasi dari tahapan merasa berbahagia menjadi beneran berbahagia. Terkadang perasaan memang perlu kita kondisikan.

Nah, terkait dengan pertanyaan mengapa orang bahagia, menurut Halodoc berikut ini jenis-jenis Hormon Bahagia: 

1. Dopamin

Hormon dikenal sebagai hormon "perasaan baik", dopamin adalah hormon dan neurotransmitter yang merupakan bagian penting dari sistem penghargaan otak. Dopamin erat kaitannya dengan sensasi menyenangkan, bersama dengan pembelajaran, memori, fungsi sistem motorik, dan banyak lagi.

2. Serotonin 

Hormon ini (dan neurotransmitter) membantu mengatur suasana hati serta tidur, nafsu makan, pencernaan, kemampuan belajar, dan memori.

3. Oksitosin

Hormon ini sering disebut "hormon cinta", karena sangat penting untuk persalinan, menyusui, dan ikatan orangtua-anak yang kuat. Hormon oksitosin juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan, empati, dan ikatan dalam hubungan, dan kadar oksitosin umumnya meningkat dengan kasih sayang fisik seperti ciuman, pelukan, dan hubungan intim.

4. Endorfin

Hormon Endorfin adalah pereda nyeri alami tubuh, yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap stres atau ketidaknyamanan yang terjadi. Kadar endorfin juga cenderung meningkat saat kamu melakukan aktifitas yang menimbulkan perasaan memuaskan seperti makan makanan lezat, berolahraga, atau berhubungan intim.

Itulah jawaban mengapa orang berbahagia. Ada hormon-hormon yang diproduksi di dalam tubuh seseorang. Mereka berperan membuat seseorang menjadi bahagia.

Jadi, kalo sedang berbahagia, seseorang akan memancarkan rona cerah yang bisa mewarnai lingkungan sekitarnya. Orang yang ketemu bakal ikutan bahagia. Tertular.

Kalo ketemu orang, lalu kita tersenyum, biasanya kita akan mendapat respon balik berupa senyum dari orang tersebut. Beda cerita kalo kita bermuram durja ketika berjumpa dengan orang lain. Alih-alih mendekat untuk ngobrol bareng kita, orang lain akan menjauh gara-gara wajah muram kita. Mereka males kalo ketularan emosi negatif. Kita pun juga gitu kan, ya... Tentunya cenderung memilih berkumpul dengan orang yang berbahagia daripada orang yang bersedih, marah, dan semacamnya.

Selamat berbahagia, Sob!

Terimakasih udah membaca cerita saya hari ini.

Wiradesa, 11 Maret 2022

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi20lfnow3QxP3Kc-J97UjazD-A6Rmlw2zsWiEtWELV9fxwTi5ziEoaqksJpcNF5osZygSDl-dUUkv0iYgkarvFHqdTTy7n_hFdYLSDtzyXe4H6hhHEoSVRXuF_e6h-o-P7yo8ZoF0KCSLPG0n2mEKgZWL_-weYvfWWDQnUgspQxLuSAuVUz72nZFidrg=s16000
https://shp.ee/bpf6c9h
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhD0Eq7xBQ7tIFbIK7Q_ECgIN6RtBZmrjR9YqggvtcsZ1CoHXwNN9jIsBMKBq03Zya3OntDoqh5E-nEGOnJX7nKl6fpqanGh9_DJV1IqQCUl3UkdtugmLBieSak_Pq-ahg6VdfxcaSCLmJJob8e2ndhYblPOVR0ejd3wIC-6qGxS2rorSdmueB1gpkRzA=s16000
https://shp.ee/m8bycch
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhMHrequR_uiFqHUSPt2thla2lqOVUNoui7mo8a0RoSEJ11oovhPG4cQSxMs2ltpJ5FZcuZg59zkwasw7EWVTL7xyNLsB3KjN5wztNTU4ETP_K9wI9FjqeMfZr4becfFFc7xKjiLuIA9IBihgRbo98bVwbu_T09Lh6OZbG0PSN2aLK2q5ZKwyqPoMJn0Q=s16000
https://shp.ee/6p8qtih
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgjJ6RZa4pWp-Tb7MaMnnsm-M7-RX3ho3v0o2WMDZMWHpsjY8p-KGJwUw8n4Ip2mVIpAsDT6kFhsMd433EisJCycOjTTt0i_AzcctOSV_i5gxi94W-MrUQgLmsdg9sw2rAOlSSWnayIXB63EwI4H1HdExTGwYmtm4H5RgUN5sj1tWniSQQ7Qu6CODx5uw=s16000
https://shp.ee/uap8v7h

Posting Komentar

0 Komentar