Berbahaya Main WhatsApp dan Social Media, Kalo Nggak Punya Hal Ini...

Jaman dulu belum ada internet, belum ada socmed, belum ada WhatsApp, salah satu cara orang mengeluh adalah dengan ngomong di dalam hati sembari menghela nafas panjang.

Thanks to freestocks (Unsplash)

Ada juga yang membagi keluh kesahnya kepada teman atau keluarga ketika ketemu muka. Ngobrol panjang lebar isinya saling pamer keluhan hidup ini-itu. Seringnya nggak berfokus ke solusi atas permasalahan yang lagi dihadapi.

Era tersebut berlalu, kini sudah berbeda era. Ketika internet udah menginvasi bumi, maka segalanya berubah.

Orang-orang memamerkan hampir segala hal melalui internet. Mulai dari rumah mewah, kendaraan mewah, pernak-pernik unik yang nggak sembarang orang punya, liburan ke tempat wisata, hingga barang-barang sederhana. Hal apapun bisa menjadi objek pameran di internet. Nggak perlu heran.

Termasuk perilaku update status di WhatsApp. Mungkin orang-orang nggak sadar sedang mengumbar area privasinya ke publik.

(1) "Hiks... Hiks... Hari ini sendirian di rumah... Papa mama sama kakak pada pergi ke Amerika..."

(2) "Kenapa sih, semua cowok itu sama ajah!!!"

(3) "Bismillah, sekeluarga liburan ke Bali. Jangan ganggu seminggu ke depan, yaaa.... Mau healing pokoknya!"

Poin (1) secara nyata mengabarkan ke seluruh kontak WhatsApp, kalo si pengunggah status sedang sendirian di rumah. Setidaknya untuk beberapa hari ke depan, karena keluarga yang bepergian ke luar negeri yang kecil kemungkinan sehari-dua hari pulang. Jadi, ia sedang membahayakan dirinya dengan menyatakan hal demikian. Ketika ada orang berniat jahat membaca status tersebut, bisa nekat nyamperin ke rumah sepi untuk berbuat kejahatan.

Untuk poin (2), berarti curhat secara bar-bar ke seantero kawan WhatsApp tentang problem asmaranya. Orang-orang yang cuma tanya untuk kepo dan yang beneran ngasih perhatian atas problem yang dialami, bakal bermunculan di chat personal. Kalo update statusnya semacam itu, semua orang jadi tahu bahwa kamu lagi bermasalah di sisi asmaramu. Banyak buaya darat yang siap memanfaatkan peluang itu. Waspadalah!!!

Sedangkan poin (3), itu juga hal yang membahayakan. Kalo ada orang yang mau berbuat buruk ke kamu, bisa tuh memanfaatkan momentum bahwa rumah kamu lagi kosong tanpa penghuni selama seminggu penuh. Serupa dengan poin (1).

Di lain hal, terkadang ada contoh poin (4) yaitu mengunggah dokumen-dokumen pribadi seperti foto ijazah, foto kartu kredit atau ATM berlogo VISA, bahkan foto KTP. Aktifitas itu sangat membahayakan diri, namun belum banyak yang menyadarinya. Dokumen-dokumen itu bisa dimanfaatkan orang jahat buat cari cuan.

Saya pernah nonton video yang membahas kengerian berinternet. Penggunanya secara nggak sadar mengunggah hal privasi.

Mulai dari mengunggah foto selfie di depan rumah yang menampilkan nomor rumah di akun social media, kemudian membagikan foto kartu kredit dan video selfie dengan ijazahnya. Ijazah pendidikannya terlihat jelas data nama lengkap dan data penting lain, sehingga orang lain dapat dengan leluasa melihat data pribadi tersebut.

Di akhir video menunjukkan bahwa ada orang jahat di luar sana yang menggunakan foto dan video tersebut untuk mencari tahu data pribadi si cewek pengunggahnya. Ujung-ujungnya ke pembobolan rekening kartu kredit.

Kurang lebih seperti itu alur video yang saya maksud. Namun saya kesulitan menemukan kembali video tersebut. Jika saya menemukan videonya, InSyaa Allah saya sertakan menyusul di tulisan ini.

Nggak cuma berbahaya main WhatsApp, tapi main akun social media lain seperti Facebook, Instagram, Tiktok dan lainnya juga bisa berbahaya kalo asal posting.

Yes, posting tanpa filter tegas bisa menjadi senjata makan tuan yang merugikan diri pengunggahnya. Dari berbagai kasus yang terjadi, idealnya kita bisa mengambil pelajaran berharga untuk membentengi diri dari tindak kejahatan.

Silakan share tulisan ini jika dianggap bermanfaat untuk orang lain.

Terimakasih udah membaca cerita saya hari ini.

Wiradesa, 9 Mei 2022

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi20lfnow3QxP3Kc-J97UjazD-A6Rmlw2zsWiEtWELV9fxwTi5ziEoaqksJpcNF5osZygSDl-dUUkv0iYgkarvFHqdTTy7n_hFdYLSDtzyXe4H6hhHEoSVRXuF_e6h-o-P7yo8ZoF0KCSLPG0n2mEKgZWL_-weYvfWWDQnUgspQxLuSAuVUz72nZFidrg=s16000
https://shp.ee/bpf6c9h
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhD0Eq7xBQ7tIFbIK7Q_ECgIN6RtBZmrjR9YqggvtcsZ1CoHXwNN9jIsBMKBq03Zya3OntDoqh5E-nEGOnJX7nKl6fpqanGh9_DJV1IqQCUl3UkdtugmLBieSak_Pq-ahg6VdfxcaSCLmJJob8e2ndhYblPOVR0ejd3wIC-6qGxS2rorSdmueB1gpkRzA=s16000
https://shp.ee/m8bycch
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhMHrequR_uiFqHUSPt2thla2lqOVUNoui7mo8a0RoSEJ11oovhPG4cQSxMs2ltpJ5FZcuZg59zkwasw7EWVTL7xyNLsB3KjN5wztNTU4ETP_K9wI9FjqeMfZr4becfFFc7xKjiLuIA9IBihgRbo98bVwbu_T09Lh6OZbG0PSN2aLK2q5ZKwyqPoMJn0Q=s16000
https://shp.ee/6p8qtih
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgjJ6RZa4pWp-Tb7MaMnnsm-M7-RX3ho3v0o2WMDZMWHpsjY8p-KGJwUw8n4Ip2mVIpAsDT6kFhsMd433EisJCycOjTTt0i_AzcctOSV_i5gxi94W-MrUQgLmsdg9sw2rAOlSSWnayIXB63EwI4H1HdExTGwYmtm4H5RgUN5sj1tWniSQQ7Qu6CODx5uw=s16000
https://shp.ee/uap8v7h

Posting Komentar

0 Komentar