Cari Makan di Kala Lebaran

Hampir setiap lebaran tiba, saya mengamati kalo tetap ada warung yang buka tepat di hari H Lebaran.

Yang biasa saya temukan, warung bakso dan mie ayam tetap buka di hari Lebaran.

Di saat warung makan lain libur lebaran, tapi nggak dengan warung bakso dan mie ayam. Mereka malah mendulang banjir orderan.

Ya tentu saja, karena setiap orang tetap butuh makan, dan di hari lebaran biasanya orang cenderung keluar untuk bersilaturahim ke rumah saudara-saudarinya, atau ngumpul bareng temen.

Itu salah satu cara orang-orang merayakan hari raya. Ditambah uang THR masih tersedia, jadi ya bawaannya pengen beli ini-itu, termasuk makan ini-itu karena udah nggak wajib puasa lagi.

Tepat di hari kedua Syawal ini, saya sama istri agak ketar-ketir ketika harus cari makan malam. Setelah balik dari mudik di Wonopringgo, malam ini tentu saja kami nggak masak, jadi harus cari makan di luar. Kami berdua mengamati warung makan besar belum pada buka ketika di perjalanan dari Wonopringgo ke rumah kami di Wiradesa.

Hingga akhirnya kami berdua bismillah nekat tetap ikhtiar keluar rumah. Berpedoman cari aja dulu. Sembari melihat situasi terkini di malam ketiga lebaran ini.

Ternyata masih ramai orang yang berlalu-lalang di jalan. Warung bakso mie ayam masih ramai pembeli. Gerobak jajan juga diantriin pembeli. Orang-orang udah nggak sungkan untuk berinteraksi fisik. Sama seperti sebelum pandemi menyerang. Seru pokoknya! Ekonomi bergeliat sedemikian rupa.

Usai perjalanan mencari dan mencari, Alhamdulillah ketemulah sama warung sate langganan yang udah beroperasi. Yang ternyata mereka udah buka sejak jam 1 siang.

Dok. Pribadi

Empunya warung sate bilang kalo mereka dapet pesanan. Begitu beres garap pesanan, mereka langsung buka warung di jam 1 siang. Saya dan istri datang sekitar jam 8 malam.

Berarti si bapak warung sate udah melakukan aktifitas mengipas sate secara manual sejak siang hingga ketemu kami di malam hari. Kuat banget tangan si bapaknya. Hehehee...

Bagaimanapun manusia tetap butuh makan-minum, ketika di momentum seperti hari raya lebaran idul fitri buka warung, hampir pasti dapet banjir orderan. Prinsip dasarnya begitu.

Efek sampingnya memang bersifat emosional karena harus tetap bekerja di hari lebaran. Mengorbankan waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan saudara. Tapi kalo memang sudah berkomitmen dan memahami konsekuensinya, bukan masalah lagi. Nggak perlu dikeluhkan.

Terimakasih udah membaca cerita saya hari ini.

Wiradesa, 3 Mei 2022

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi20lfnow3QxP3Kc-J97UjazD-A6Rmlw2zsWiEtWELV9fxwTi5ziEoaqksJpcNF5osZygSDl-dUUkv0iYgkarvFHqdTTy7n_hFdYLSDtzyXe4H6hhHEoSVRXuF_e6h-o-P7yo8ZoF0KCSLPG0n2mEKgZWL_-weYvfWWDQnUgspQxLuSAuVUz72nZFidrg=s16000
https://shp.ee/bpf6c9h
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhD0Eq7xBQ7tIFbIK7Q_ECgIN6RtBZmrjR9YqggvtcsZ1CoHXwNN9jIsBMKBq03Zya3OntDoqh5E-nEGOnJX7nKl6fpqanGh9_DJV1IqQCUl3UkdtugmLBieSak_Pq-ahg6VdfxcaSCLmJJob8e2ndhYblPOVR0ejd3wIC-6qGxS2rorSdmueB1gpkRzA=s16000
https://shp.ee/m8bycch
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhMHrequR_uiFqHUSPt2thla2lqOVUNoui7mo8a0RoSEJ11oovhPG4cQSxMs2ltpJ5FZcuZg59zkwasw7EWVTL7xyNLsB3KjN5wztNTU4ETP_K9wI9FjqeMfZr4becfFFc7xKjiLuIA9IBihgRbo98bVwbu_T09Lh6OZbG0PSN2aLK2q5ZKwyqPoMJn0Q=s16000
https://shp.ee/6p8qtih
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgjJ6RZa4pWp-Tb7MaMnnsm-M7-RX3ho3v0o2WMDZMWHpsjY8p-KGJwUw8n4Ip2mVIpAsDT6kFhsMd433EisJCycOjTTt0i_AzcctOSV_i5gxi94W-MrUQgLmsdg9sw2rAOlSSWnayIXB63EwI4H1HdExTGwYmtm4H5RgUN5sj1tWniSQQ7Qu6CODx5uw=s16000
https://shp.ee/uap8v7h

Posting Komentar

0 Komentar